Sebuah Panduan Bertahap Untuk Aksi Langsung

:

Apa Artinya, Apa Gunanya, dan Bagaimana Cara Kerjanya

Categories:

cloudfront.crimethinc.com/assets/articles/2017/03/14/header.jpg

Aksi Langsung, secara sederhana, memiliki arti menyingkirkan perantara: menyelesaikan permasalahan secara mandiri daripada mengajukan petisi kepada otoritas atau mengandalkan lembaga eksternal. Segala tindakan yang mengesampingkan regulasi dan tidak mengandalkan seorang perwakilan untuk menyelesaikan permasalahan merupakan sebuah aksi langsung—itu berarti termasuk apapun yang kalian lakukan, mulai dari memblokade bandara hingga membantu seorang pengungsi melarikan diri ke tempat aman dan menyusun program untuk membebaskan lingkungan sekitarmu dari ketergantungan pada kapitalisme. Di sini kami menyajikan panduan bertahap untuk mengatur dan melakukan aksi langsung, dari tahap perencanaan pertama hingga proses evaluasi di akhir, termasuk dukungan hukum, strategi media, dan keamanan yang tepat.

cloudfront.crimethinc.com/assets/articles/2017/03/14/direct-action-guide-1.jpg

Ada banyak skenario jika kalian ingin melakukan aksi langsung. Mungkin perwakilan dari perusahaan multinasional tercela datang ke kotamu, dan kamu ingin melakukan sesuatu yang lebih dari sekekdar memegang poster penolakan; mungkin kamu ingin menyelenggarakan acara yang meriah, dan kegiatan yang berorientasi kerakyatan seperti pesta jalanan. Aksi langsung bisa berupa membuat lahan kosong menjadi sebuah taman atau mempertahankannya dengan cara melumpuhkan buldoser; aksi langsung bisa berupa menjadikan bangunan kosong menjadi rumah bagi para tunawisma atau menutup kantor pemerintah. Baik kamu bertindak secara rahasia dengan teman terpercaya atau dalam aksi massa dengan ribuan orang, elemen dasarnya tetap sama.

Aksi Langsung, Penjelasan Singkat: Sebuah Panduan Bertahap

Pertama-tama…

Brainstorming: Pilih sebuah proyek dan susunlah rencana

Brainstorming dapat dimulai dengan masalah yang ingin kamu selesaikan, atau kontribusi sosial yang ingin kamu buat; informasi yang akan didapat terpengaruh oleh sumber daya yang kamu miliki, jenis pengalaman yang kamu inginkan, atau orang yang ingin kamu ajak bekerja sama. kamu dapat merencanakan satu petualangan pendek atau kampanye jangka panjang. Biasanya, bertukar pikiran yang terbaik terjadi dalam lamunan dan percakapan informal — sebuah kebijakan yang baik untuk memercayai bahwa gagasan paling gila kamu dapat menjadi kenyataan dan dapat diuji semuanya.

Dengan cara yang sama, bahkan ketika menghadiri acara yang diselenggarakan oleh orang lain, yang terbaik adalah membawa rencana sehingga kamu dapat berkontribusi dengan caramu sendiri.

Jika tindakanmu masuk akal untuk dilakukan secara terbuka, buatlah format, seperti pertemuan publik, untuk menyusun strategi dan taktik. Undang teman, atau edarkan selebaran, atau pergi ke rumah-rumah untuk mengumumkannya. Buat usulanmu sendiri sebelumnya, kalau-kalau tidak ada orang lain yang melakukannya.

Untuk tindakan yang condong rahasia, bertukar pikiranlah di lingkungan yang aman dengan satu atau dua teman terpercaya. Simpan ide-idemu sendiri sampai matang, jangan memberikannya sebelum kamu siap untuk mencobanya.

Tujuan: Tetapkan dan prioritaskan tujuan dari aksi

Siapa yang kamu tuju dengan aksi tersebut? Apakah ini ditujukan kepada penonton di tempat, pemirsa media perusahaan, pemilik perusahaan tertentu, pemegang saham, polisi dan pemerintah, anggota masyarakat lainnya, atau para peserta aksi itu sendiri?

Apa yang ingin dicapai? Apakah itu dimaksudkan untuk mengkomunikasikan ide, untuk menarik perhatian pada ketidakadilan, untuk menginspirasi orang, untuk mengamankan sumber daya, untuk mengatur nada tertentu, untuk menimbulkan kerusakan material yang melumpuhkan, untuk memberikan pencegah, untuk menunjukkan model yang dapat diterapkan orang lain, untuk melayani sebagai pengalaman belajar dan ikatan bagi mereka yang terlibat?

Membangun pemahaman bersama tentang tujuan aksi sedari awal akan mengurangi sakit kepala yang akan muncul ketika rencanamu bergeser dan potensi konflik muncul.

Struktur

Kelompok Afinitas: Bekerjalah dengan mereka yang anda kenal

Bentuk paling efisien dan aman untuk melaksanakan aksi langsung adalah dalam bentuk kelompok afinitas. Kelompok afinitas adalah sekumpulan orang yang saling percaya satu sama lain dan berbagi tujuan yang sama; bekerja sama dalam jangka waktu yang panjang, mereka menjadi efisien dan efektif.

Untuk sebuah aksi yang kecil, anggota dalam sebuah kelompok afinitas dapat mengambil peran yang berbeda. Untuk sebuah aksi yang besar, satu kelompok afinitas dapat bekerja sama dengan kelompok afinitas lainnya dalam satu aliansi, tiap kelompok memainkan sebuah peran. Hal ini dapat mempermudah pengambilan keputusan daripada dalam satu massa besar, karena masing-masing kelompok dapat mengirim seorang wakil untuk menjadi juru bicara. Aliansi dari kelompok-kelompok afinitas dapat bekerja sama untuk jangka waktu yang panjang, membangun kepercayaan dan keefektifan.

Merekrut: libatkan individu dan kelompok lain dengan hati-hati

Setelah kamu memiliki rencana untuk diusulkan, cari tahu berapa banyak orang yang butuhkan untuk menyelesaikannya. Jika kamu memerlukan kerahasiaan, libatkan orang yang kamu percaya untuk menyimpan rahasia dan mereka yang kamu yakin ingin bergabung — jika orang yang kamu ajak pada akhirnya tidak terlibat itu bukan sebuah ancaman terhadap keamanan. Berikan sendiri undangan kepada individu-individu, kelompok-kelompok afinitas lainnya, sehingga mereka yang memutuskan untuk tidak terlibat tidak akan tahu apa-apa tentang orang-orang yang terlibat. Mulailah dengan mengajukan pertanyaan umum tentang apa yang calon peserta minati, dan jangan mengungkapkan rincian penting dari rencana seperti target atau tanggal yang tepat sampai dia siap untuk membuat komitmen. Sebagai orang yang dibawa ke dalam rencana dan terus membawa orang lain, pastikan setiap orang memiliki pemahaman yang sama tentang tingkat keamanan yang tepat.

Karena semakin banyak orang yang terlibat dalam proyek ini, sangat penting bahwa setiap orang memahami seberapa besar komitmen yang diharapkan dari mereka. Terkadang kelompok yang pertama kali menyajikan sebuah rencana akan lebih aktif di dalamnya daripada yang lain; Jika mereka melakukan persiapan selama berbulan-bulan, hanya untuk menunggu kelompok yang mereka andalkan yang akan keluar di menit-menit terakhir, semuanya menjadi sia-sia. Setiap orang berbagi tanggung jawab untuk bersikap jujur dari awal tentang apa yang realistis untuk diharapkan dari mereka. Pada saat yang sama, mereka yang memulai sebuah proyek harus berhati-hati untuk berbagi “kepemilikan” dengan orang lain yang terlibat.

Tenaga penggerak: Pastikan tenaga didistribusikan secara merata dalam kelompok anda

Buatlah semua keputusan dengan cara yang partisipatif dan konsensual. Jika kelompokmu cukup besar untuk menjamin hal itu, gunakan proses pertemuan konsensus informal atau formal untuk memastikan semua suara didengar: atur jadwal dari tiap pertemuan secara bersama-sama dan pilihlah fasilitator untuk menjaga segalanya tetap pada jalur. Semakin banyak orang berpartisipasi, semakin baik informasi keputusan yang akan kamu buat.

Sadarilah dinamika internal yang mungkin tidak seimbang, seperti orang-orang dengan latar belakang yang berbeda, atau antara organisator lokal dan peserta dari luar kota. Semakin banyak orang berpartisipasi dalam perencanaan dan persiapan untuk aksi, tingkat keberhasilannya menjadi tinggi. Sebuah kelompok dengan tenaga penggerak internal yang baik lebih cermat daripada individu; individu dapat membawa ide, tetapi bersama-sama sebuah kelompok dapat mencari cara terbaik untuk menerapkannya.

Pastikan semua orang merasa didukung dan nyaman di seluruh proyek; bercengkrama dengan satu sama lain di luar struktur formal serta di dalamnya. Meskipun sering diabaikan, mempertahankan semangat adalah aspek penting dari keberhasilan pengorganisiran aksi langsung. Cermatlah dalam menghadapi kejutan dan ketidakpastian.

Landasan

Budaya keamanan: Sebarkan informasi seperlunya

Budaya keamanan adalah cara untuk menghindari paranoia tidak sehat dengan meminimalkan risiko setiap saat. Jika kamu dan temanmu selalu bersikap bijaksana, kamu akan memiliki tidak terlalu takut dengan penyusupan dan pengawasan.

Esensi dari budaya keamanan adalah bahwa informasi dibagi seperlunya. Dalam beberapa kasus, seluruh kota perlu tahu tentang aksimu supaya aksi bisa berhasil; dalam kasus lainnya, sangat penting bahwa suatu aksi tidak pernah dibicarakan di luar lingkaran mereka yang terlibat secara langsung. Semua orang mengetahui perlunya tindakan untuk berbagi rasa tingkat keamanan apa yang telah dianggap tepat, dan untuk menghormati kebutuhan orang lain mengenai keselamatan.

cloudfront.crimethinc.com/assets/articles/2017/03/14/direct-action-guide-2.jpg

Persetujuan dalam keamanan sama pentingnya seperti dalam keintiman seksual; tidak dapat diterima untuk melanggar keinginan orang lain mengenai masalah keamanan. Buat kebutuhan keamananmu sendiri secara eksplisit dari awal; bersumpah akan keheningan bersama jika perlu. Jangan bicara tentang keterlibatanmu atau orang lain dalam tindakan masa lalu, selama apapun itu, kecuali dengan izin mereka yang tegas.

Ketika sebuah kelompok datang bersama-sama untuk mengerjakan sebuah proyek, pastikan semua orang yang hadir dijamin oleh anggota kelompoknya sebagai orang yang handal dan dapat dipercaya. Untuk melindungi satu sama lain, kamu harus siap untuk tetap diam di bawah interogasi dan tekanan hukum.

Dari awal proyek, kamu harus berjalan sesuai dengan tingkat keamanan tertinggi yang diperlukan; kamu bisa menjadi kurang waspada nantinya, tetapi jika kamu mulai ceroboh, kamu menutup banyak pilihan.

Selalu waspada dengan apa yang dapat membuat aksimu terpantau atau terlacak: catatan kamera pengintai, pembelian yang kamu lakukan, tempat yang kamu kunjungi, dan orang yang kamu lihat, lokasi pertemuan, item yang kamu lemparkan di sampah, situs web yang kamu kunjungi , file di komputermu, sidik jari yang kamu tinggalkan (pada baterai di dalam senter serta di luar itu, misalnya), dan hampir semua yang ada hubungannya dengan telepon. Susun kode dan persiapkan alasan yang diperlukan.

Bantuan hukum: Siapkan prasarana untuk memberikan dukungan selama dan setelah tindakan

Semua orang yang terlibat dalam aksi langsung harus menyadari dan siap untuk risiko yang mereka ambil dan potensi tuduhan pidana yang terkait dengan mereka. Sangatlah penting untuk tidak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuanmu: jika kamu terluka atau ditangkap saat terlibat aksi dengan tingkat risiko dimana kamu belum siap secara emosional, efeknya dapat melemahkanmu kedepannya. Jauh lebih baik jika kamu memulai perlahan-lahan, membangun keterlibatan yang berkelanjutan di dalam aksi langsung seumur hidup, daripada terburu-buru ke dalam aksi, memiliki pengalaman buruk, akhirnya menarik diri dari semua aktivitas tersebut.

Jika aksimu dapat mengakibatkan penangkapan, siapkan lembaga dukungan hukum bagi mereka yang berpartisipasi. Hal ini dapat mencakup nomor bantuan hukum yang dapat dihunungi tahanan, pengamat hukum untuk memantau dan mendokumentasikan tindakan polisi, uang untuk jaminan, pengacara untuk memberikan dukungan langsung kepada tahanan dan untuk mewakili mereka di pengadilan, dan lingkaran orang yang siap untuk menawarkan dukungan emosional, keuangan, dan logistik di seluruh kasus pengadilan.

Nomor bantuan hukum harus siap untuk menerima panggilan masuk setiap saat selama aksi; Ingatlah bahwa dalam beberapa kasus, kamu tidak dapat menelepon dari penjara. Nomor bantuan hukum tidak boleh memberatkan para tahanan atau orang yang menerima panggilan-jika bagian dari alibimu adalah bahwa kamu tidak mengenal satu sama lain, hubungilah nomor yang berbeda dari penjara. Jika kamu takut akan melupakan nomor, tulislah pada bagian tersembunyi dari tubuhmu dengan spidol permanen. Orang yang mengoperasikan nomor bantuan hukum harus tahu nama lengkap dari mereka yang mungkin ditangkap, untuk memeriksa status mereka.

Untuk mengeluarkan seseorang dari penjara, kamu juga dapat memberikan seluruh uang jaminan kepada sistem pengadilan, dalam hal ini kamu harus menerimanya kembali setelah proses hukum akhirnya mencapai suatu kesimpulan, atau kamu dapat pergi ke penjamin dan membayar sekitar 10% dari dari uang jaminan; dalam kasus terakhir, biaya penjamin mungkin akan lebih mahal. Jika tidak ada yang bisa membayar uang jaminan, mereka yang tertahan dapat tinggal di penjara sampai tanggal pengadilan, dalam kasus pelanggaran kecil terkadang polisi melepaskan orang atas kemauan mereka sendiri sehingga tidak harus berurusan dengan mereka.

Jika ada risiko penangkapan, putuskan apakah kamu ingin membawa identitasmu sehingga pemrosesan bisa dilakukan dengan cepat, atau kamu memilih meninggalkannya, sehingga mereka tidak bisa mengidentifikasimu dengan mudah. Sekelompok besar tahanan yang menolak untuk memberikan informasi dapat memperlambat proses hukum dan terkadang mendapatkan posisi tawar menawar. Jika kamu memerlukan pengobatan, pertimbangkan untuk menyembunyikannya pada temanmu, atau bawa catatan dari dokter yang menjelaskan apa yang kamu butuhkan.

Cari pengacara yang simpatik dan dapat dipercaya — atau mungkin beberapa dari mereka, karena pengacara tidak bisa mewakili lebih dari satu terdakwa atas tuduhan yang sama. Kamu dapat mencari pengacara mana yang telah menangani kasus yang sama di masa lalu, atau hubungi organisasi non-profit yang bergerak dalam bidang hukum. Jika kamu tidak memberikan sesuatu yang sensitif, kamu dapat bertanya kepada pengacara yang simpatik tentang tuduhan yang terkait dengan hipotesis tindakan, atau menentukan tanggal dan waktu di mana kamu mungkin memerlukan layanan mereka — tapi jangan sampai mereka tahu apa-apa yang dapat membuat mereka diduga terlibat. Agar mereka bisa melakukan pekerjaan mereka, mereka harus mampu membuktikan bahwa mereka tidak terhubung dalam apapun yang ilegal.

Baiknya Setiap kelompok yang anggotanya mungkin tertangkap menyiapkan uang jaminan; Hal ini dapat mempermudah di tengah keadaan darurat. Buat konser amal, jual pakaian, minta sumbangan dari simpatisan kaya, kabarkan temanmu yang ada di perguruan tinggi untuk melakukan penggalangan dana. Pastikan dana jaminan tetap dipegang oleh seseorang yang dapat dipercaya, dan selalu mudah dijangkau.

Jangan lupa, pertimbangkan bagaimana strategi mediamu — apakah bijaksana untuk mengarahkan perhatian dan dukungan publik kepada tahanan.

Media: Tetapkan apa cakupan yang Anda inginkan dan dapatkan

Jauh sebelum aksi berlangsung, ketika kamu menetapkan dan memprioritaskan tujuan, perkirakan dengan tepat seberapa banyak liputan media yang kamu inginkan, dari sumber mana, dan bagaimana kamu akan mendapatkan atau menghindarinya. Susun dan kirim perss release (siapa, apa, Kapan, di mana, bagaimana, mengapa), pilih juru bicara untuk menerangkan aksimu ke pers, undang wartawan perusahaan atau independen untuk aksi atau konferensi pers, Fax Pengumuman atau buat panggilan pers, tawarkan wawancara (secara pribadi atau secara anonim melalui burner phone), atau bentuk tim dokumentasimu sendiri. Jika kamu ingin menghindari media tertentu, berarti tugaskan seorang peserta untuk memastikan fotografer tidak mengarahkan kamera mereka pada kamu.

Jika kamu berkomunikasi dengan media, jangan lupa tulis poin pembicaraan, pastikan ranjau komunikasi yang juru bicaramu ulangi mendapatkan liputan media. Berikan perwakilan pers sebagian kecil bahan untuk mereka kerjakan yang di mana itu adalah bagian yang kamu ingin mereka tampilkan. Cari wartawan yang cenderung memberikan cakupan positif, dan lakukan pendekatan dengan mereka secara pribadi. Jika kamu memiliki situs web, berikanlah kepada media yang meliput agar kamu dapat mengalihkan penonton untuk membaca mediamu. Kamu juga dapat memberikan informasi kepada masyarakat sendiri dengan menempelkan poster, radio bodong, talkshow, atau memulai percakapan dari pintu ke pintu.

Jika aksimu memerlukan keamanan yang tinggi, kirim perss release-mu secara aman: sebagai contoh, dari warnet yang tidak meninggalkan catatan penggunanya. Waspada dengan penggunaan perangkatmu karena itu bisa memberatkanmu.

Dasar

Perencanaan: pelajari konteksnya, susun strategi, buat rencana untuk skenario yang berbeda

Perencanaan yang tepat adalah esensi dari keamanan, aksi langsung yang efektif. Simpan tujuan dan prioritasmu dalam pikiran selama bekerja dengan sumber daya yang kamu miliki, rencanakan dan bandingkan strategi yang berbeda. Timbang risiko dan potensi ganjaran dari masing-masing strategi: selalu pilih cara paling aman untuk mencapai tujuan tertentu, dan pastikan kamu mampu mengambil risiko yang kamu pilih. Terkadang terjadi bahwa ketika proses perencanaan berlangsung, sebuah proyek akan menjadi lebih ambisius dan berbahaya, sampai beberapa dari mereka yang terlibat mulai memiliki keraguan; pada saat itu, mungkin perlu untuk mengerjakan versi yang lebih aman atau lebih kecil, sehingga masih dapat berlangsung.

cloudfront.crimethinc.com/assets/articles/2017/03/14/direct-action-guide-3.jpg

Ada banyak faktor yang harus diperhitungkan dalam perencanaan. Kamu harus memilih taktik yang paling efektif dalam konteks situasi sosial dan politik saat ini. Kamu harus memilih lokasi terbaik untuk aksi dan memperhitungkan semua atributnya; Kamu harus memilih tanggal dan waktu terbaik. Kamu harus ingat orang lain yang akan berada di daerah, dan bagaimana mereka akan bereaksi — akankah mereka simpatik, atau mungkin berkonfrontasi dengan aksimu? kamu harus mengkoordinasikan waktu dari berbagai bagian tindakan aksi, prediksi berapa lama waktu yang diperlukan dari masing-masing tindakan, dan cari tahu bagaimana mereka yang terlibat dalam aksi akan berkomunikasi.

Ketika memprediksi tanggapan orang lain — katakanlah, misalnya, polisi — pertimbangkan faktor yang memengaruhi mereka: Apakah mereka mengharapkan apa yang kamu rencanakan, atau apakah kamu memiliki unsur kejutan? Jika kamu memiliki keuntungan dari kejutan, berapa lama itu akan berlangsung? Apakah akan ada banyak perhatian terfokus pada aksimu? Apakah akan segera terlihat apa yang kamu lakukan? Apakah akan ada warga kelas menengah atau wartawan di sekitar, dan apakah kehadiran mereka menjadi penghambat bagi tanggapan pihak berenang? Apa kemungkinan strategi mereka, pertimbangkan berdasarkan preseden sebelumnya bagaimana perilaku polisi dalam konteks ini? Apakah atasan mereka ingin mereka bersikap keras pada kamu — atau untuk menghindari kegaduhan? Cari tahu seberapa baik mereka berkomunikasi, seberapa cepat mereka bergerak, di mana mereka berada, rute apa yang akan mereka ambil?

Jangan remehkan tantangan dari masalah logistik sederhana, seperti mengangkut orang atau berkomunikasi dalam situasi stres. Jangan lupa untuk merencanakan Exit Strategy, selalu.

Karena rencana jarang terjadi persis seperti yang direncanakan, sangat penting untuk memiliki rencana cadangan dengan skenario yang berbeda: “jika _ _ , kita akan _ _ _; jika _ , kita akan _ _. “ Miliki beberapa tujuan dalam pikiran, masih ada yang lain jika pilihan pertamamu ternyata mustahil. Miliki struktur dasar untuk komunikasi dan pengambilan keputusan di tempat akan membantumu menjadi siap dalam situasi yang berbeda daripada skenario yang kamu bayangkan.

Berhati-hatilah untuk tidak menempatkan orang lain dalam bahaya saat aksi; pihak berwenang mungkin akan menyerang siapapun yang mereka tangkap dengan cara-cara sekriminal mungkin yang mereka bisa, jadi penting untuk membawa mereka yang mengambil risiko ke tempat yang aman dan pastikan yang lain tidak terserang. Dalam beberapa kasus, kamu dapat menyatukan kelompok multi-leveled di mana semua orang tahu tujuan umum tetapi hanya beberapa yang tahu rincian penting seperti apa target atau siapa yang melakukan aktivitas paling berisiko.

Bersiaplah untuk skenario terbaik dan juga yang terburuk. Ide baru, sebaik apapun, cenderung gagal karena orang tidak membawanya cukup jauh, sedangkan gagasan lama biasanya gagal karena mereka terlalu akrab bagi semua orang, termasuk pihak berwenang. Terkadang hasil terbaik berasal dari menerapkan taktik yang akarab dalam pengaturan yang sama sekali baru.

Belajar dari kejadian sebelumnya, saat ada kesempatan ketika aksi serupa dicoba dalam konteks yang sama. Itu bisa menjadi pelajaran. Ketika kamu mengumpulkan pengalaman bertahun-tahun dan belajar dari keberhasilan dan kegagalan orang lain, kamu akan mengembangkan keterampilan untuk memprediksi dan mempersiapkan berbagai macam situasi.

Persiapan: Kumpulkan peralatan dan gunakan pakaian yang tepat

Setelah rencanamu ditetapkan, Buatlah kronologi sampai aksi, hitung mundur dari hari H untuk menetapkan tenggat waktu agar semua bagian siap.

Di awal perencanaan, kerjakan apa pendanaan, materi, dan sumber daya lain yang kamu perlukan dan cara mendapatkannya. Jika keamanan adalah prioritas, dapatkan apa yang kamu butuhkan sedemikian sehingga tidak ada jejak yang dapat menuntun kepada keberadaanmu; kelompok afinitas dari luar kota dapat memperoleh bahan berpotensi memberatkan dari luar lokasi aksi.

Pastikan setiap orang memiliki pakaian yang tepat untuk aksi, termasuk pakaian yang berbeda di lapisan jika diperlukan. Pertimbangkan masalah keamanan yang berhubungan dengan pakaian: jika semua orang berpakaian hitam untuk anonimitas, pastikan tidak ada pakaian yang memiliki fitur identifikasi yang unik; demikian juga, jika kamu ingin berpose sebagai orang acak, ingat bahwa pakaian sipil di tiap daerah berbeda. Jika waktu penting, pastikan semua jam tangan disinkronkan.

Periksa dua kali untuk memastikan semuanya sudah siap dengan tenggat waktumu. Uji coba sebelum penerapan secara nyata, secara verbal jika tidak secara fisik. Jika peserta tidak terbiasa dengan area tersebut, distribusikan peta. Jika perlu, letakan bahan yang diperlukan di daerah tersebut sebelum aksi — berhati-hati untuk tidak memberikan apa-apa saat aksi berlangsung.

Pengintaian: pelajari area aksi dan tetap ikuti perubahan

Sebelum aksi, Pelajari daerah dengan cermat. Petakan rute masuk dan keluar yang aman; cari tempat persembunyian, rintangan, target potensial, dan kamera pengintai (termasuk di ATM dan lampu merah). Perhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jalan ke lokasi aksi, dan sadari jarak pandang dari dan ke lokasi aksi. Seberapa dekat pihak berwenang, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tiba? Bisakah pendekatan mereka tertunda? Siapa lagi yang berada di daerah tersebut?

Saat pengintaian, Jangan sampai kamu tidak memperhatikan diri sendiri atau meninggalkan jejak yang jelas atas keberadaanmu. Pastikan untuk melakukan pengintaian di waktu yang sama dengan aksimu, dan jika mungkin, lakukan pemeriksaan cepat sebelum aksi untuk memastikan tidak ada yang berubah. Jika aksimu membutuhkan tugas menakutkan, seperti mendaki atap curam, dalam beberapa kasus mungkin baik untuk membuat latihan yang sebenarnya.

Informasi juga dapat dikumpulkan dari foto, peta, dan brosur; peta udara atau cetak biru mungkin tersedia. Dalam beberapa kasus, kamu dapat memperoleh informasi dari pusat wisata, atau menelepon dan mengajukan pertanyaan sebagai dalih (sebagai siswa yang melakukan laporan, misalnya), atau bahkan menerima tur berpemandu. Setelah kamu mengumpulkan banyak informasi, akan sangat membantu untuk membangunkan bagian penting ke dalam peta yang sesuai dengan kebutuhanmu. Buang semua berkas dan dokumen dengan aman.

Peran: bagi tanggung jawab dan buat struktur pengambilan keputusan

Identifikasi semua peran yang diperlukan untuk menjalankan rencanamu, dan pastikan setiap salah satu dari ini diisi. Beberapa peran potensial meliputi:

  • Pengamat
  • pengintai
  • Pemantau polisi
  • Juru bicara media
  • Media internal
  • Kontak bantuan hukum
  • Pengamat hukum
  • Petugas medis
  • Pengalih
  • plant” (misalnya, orang menyamar sebagai pengamat tidak bersalah yang siap untuk campur tangan jika perlu, atau yang akan sopan membunyikan klakson mereka sementara barikade didirikan di depan mereka)
  • Tim efakuasi
  • Orang untuk mengangkut logistik
  • Orang untuk menerima informasi dan membuat keputusan taktis
  • Orang untuk melaksanakan tindakan aktual

Dalam beberapa situasi, adalah bijaksana untuk memiliki pengganti untuk peran penting, seperti dalam kasus di mana ternyata pada menit terakhir orang dengan peran itu tidak dapat berpartisipasi. Hal ini terutama berlaku jika kamu belum menetapkan tanggal aksimu—contoh, jika bertepatan dengan suatu peristiwa yang kamu tidak dapat prediksi di awal, seperti pengumuman putusan atau deklarasi perang.

cloudfront.crimethinc.com/assets/articles/2017/03/14/direct-action-guide-4.jpg

Diplomasi: Pertimbangkan cara aksi itu akan mempengaruhi orang lain

Jika aksimu berlangsung selama atau sebagai bagian dari peristiwa yang lebih besar, mungkin ada pertemuan besar di mana kelompok yang berbeda mencoba mengoordinasikan upaya mereka. Ini dapat berguna, tetapi itu cenderung mengkonsumsi banyak waktu dan energi, jadi pastikan kamu pergi ke mereka ketahui persis seusatu apa yang bisa dicapai untuk diharapkan.

Apakah kamu sedang beraksi di tengah ribuan aktivis lain atau jauh dari siapa pun, perhitungkan cara aksimu akan mempengaruhi orang lain. Akankah itu membahayakan orang lain? Apakah aksimu akan menimbulkan represi polisi? Jika demikian, akankah orang lain menanggung beban itu, dan apakah mungkin untuk mengimbangi ini? Akankah tindakanmu membuat sulit orang lain untuk melakukan pekerjaan penting dalam komunitas tertentu? Apakah ada negosiasi atau jaminan yang perlu kamu ikuti sebelum, selama, atau setelah aksi tersebut?

Hormati setiap perjanjian yang kamu buat dengan kelompok lain; beberapa mungkin bersedia membantumu, dengan atau tanpa pengetahuan tentang rincian spesifik dari apa yang kamu lakukan. Seiring waktu, jika kamu terbukti handal dan perhatian, kamu akan membangun aliansi dengan mereka.

cloudfront.crimethinc.com/assets/articles/2017/03/14/direct-action-guide-5.gif

Selama dan setelah aksi

Kesadaran: tetap waspada sepanjang aksi

Kesadaran adalah kunci keberhasilan setiap aksi. Seringkali, atmosfer dapat berubah sangat cepat. Penting untuk mengikuti apa yang terjadi di sekitarmu, dan tetapkanlah sebelumnya bagaimana kamu akan bereaksi terhadap skenario tertentu. Sebagai contoh, apakah kedatangan satu mobil polisi adalah sebuah masalah besar? Bagaimana jika sepuluh? Apakah sebuah hal yang umum jika polisi mengikuti peserta aksi di kota ini? Meskipun kamu tidak pernah bisa tahu persis apa yang akan terjadi, mempelajari skenario yang mungkin dilakukan dan mempunyai gagasan tentang bagaimana kelompokmu akan menanganinya akan memberi semua orang ide yang lebih solid tentang bagaimana harus menghadapi situasi tertentu—dan bagaimana untuk tidak bereaksi berlebihan saat situasi berkembang.

Ketika menginformasikan orang lain tentang perkembangan situasi, umumkan informasi mentah, bukan kesimpulan dari penggambaranmu atas situasi tersebut (“polisi mengenakan masker gas,” bukan “mereka akan menembak-kan gas untuk kami!”), sehingga orang lain dapat menarik kesimpulan mereka sendiri. Tahan dorongan untuk panik, dan kecenderungan untuk terbawa suasana.

Komunikasi: Saling berbagi informasi

Selama Aksi, pengintai dapat melacak perubahan di lokasi seperti polisi tiba, gerakan kerumunan, kegiatan orang lain di dekatnya, dan zona aman. Mereka dapat menggunakan sistem komunikasi seperti phone burner, pesan teks terenkripsi, radio dua arah, atau peluit untuk tetap berhubungan; sinyal audio atau visual seperti klakson mobil atau kembang api juga dapat berfungsi. Sebuah pemindai polisi dapat digunakan untuk memonitor komunikasi polisi.

Untuk membuat komunikasi lebih efisien, pengintai dapat melaporkan kepada individu atau sub-kelompok di pusat aksi; dalam pengaturan yang lebih besar, pengintai dapat menggunakan telepon untuk memberi tahu hasil temuan mereka kepada orang yang menjadi pusat informasi, yang lain dapat menelepon apa yang ingin mereka tanyakan.

Peralatan komunikasi dapat membuatmu lebih efisien dan efektif, namun itu juga meningkatkan risiko pengawasan. kamu dapat menggunakan sandi dan kata sandi, tapi dengan bijaksana—kode yang rumit mudah dilupakan, dan Jaksa dapat berpendapat bahwa kode Anda berarti sesuatu yang lebih drastis walaupun tidak. Jika tidak ada sistem komunikasi yang digunakan, sangat berguna untuk memiliki “sinyal bahaya” untuk keadaan darurat.

Pembubaran: Berhentilah saat kamu memerlukannya

Pelarian yang aman adalah bagian yang paling sering diabaikan dari pengorganisiran aksi langsung. Pastikan kamu memiliki strategi keluar di awal. Jika kamu akan berada dalam kelompok besar, terutama dengan orang lain yang belum menjadi bagian dari proses perencanaan, pikirkan tentang bagaimana menghindari mentalitas kawanan yang membuat orang banyak bersama-sama setelah itu memilih untuk berpisah. Tahu kapan harus menekankan keuntunganmu, dan kapan harus berhenti—kapan harus berlari secepat yang kamu bisa, dan kapan harus berjalan acuh tak acuh. Buang apa pun yang bisa memberatkanmu, jika mungkin di tempat itu tidak akan ditemukan; menunggu untuk mengubah penampilanmu sampai kamu yakin bahwa kamu sudah tidak lagi di awasi.

Jika perlu, berkumpul di tempat yang aman setelah itu dan pastikan semua orang diperhitungkan; kumpulkan uang jaminan, cari bantuan dari luar, tulis press release. Sementara semua orang yang terlibat masih di sekitar, dapatkan kontak siapa saja yang mungkin bisa bersaksi atau menyediakan dokumentasi untuk membantu tahanan.

Evaluasi: berkumpul kembali untuk mendiskusikan apa yang berjalan dengan baik dan pelajaran apa yang dapat dipelajari

Setelah tindakan, Hancurkan bukti yang dapat digunakan melawanmu; simpan alat yang dapat dikaitkan dengan aksi di tempat persembunyian di luar rumahmu. Jika kamu mungkin harus bersaksi di pengadilan pada beberapa tanggal di masa depan, pertimbangkan untuk menuliskan semua rincian yang mungkin perlu kamu ingat pada selembar kertas dan sembunyikan itu di beberapa tempat di mana kamu yakini itu tidak akan pernah ditemukan. Berkumpul di tempat aman dan bahas apa yang terjadi. Tindaklanjuti masalah yang sedang berlangsung, seperti mendukung mereka yang memiliki kasus pengadilan, memberikan klarifikasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai tujuan dan gagasan di balik tindakan, dan memilah konflik. Rayakan Kemenangan, saling menawarkan kritik konstruktif, belajar dari kesalahan, dan buat rencana untuk aksi berikutnya.